ANALISIS DRAMA “JAM DINDING YANG
BERDETAK”
Karya Nano Riantiarno
A.
RINGKASAN
MATERI
Jam
dinding yang berdetak merupakan suatu naskah teater karya Nano Riantiarno yang
berkisah seputar kehidupan keluarga ekonomi lemah yang tingggal di lingkungan
pemukiman miskin dan para pensiunan. Melibatkan enam pemain dalam dua adegan
diantaranya Thomas Pattiwael seorang ayah berumur 45 tahun, dia adalah lelaki
yang merasa tidak terpuaskan dari pelayanan isterinya sehingga ia harus keluar
untuk mendapatkan kepuasan dengan wanita lain. Marrie Pattiwael berumur 43
tahun seorang isteri yang pemikirannya dipenuhi permasalahan materi. Benny anak
laki-laki dari Thomas dan Marie seorang mahasiswa yang di DO dengan
kegemarannya melukis. Magda anak perempuan nya yang bisa memahami keadaan dan
pola pikir kedua belah pihak untuk malunakkan kadaan sisi ekstrem keluarganya.
Oma sorang nenek tetangga mereka yang
dibenci oleh Benny karena cerewet dan kesukaanya menggosip. Polisi
sebagai peran tambahan.
Latar
dan setting diatur sedemikian rupa dengan 3 bagian ruang rumah yang bersambung.
1. Ruang
pertama
Melihat halaman depan
terdapat pohon pisang dan jambu di muka rumah ada lentera tergantung di atas
kursi goyang dekat jendela kayu.
2. Ruang
tengah
Terdapat sofa reot, dua kursi rotan, almari di sudut
dekat pintu serta bergordin, jam dinding antic di antara sofa dan potret
tua serta keadaan kamar yang berantakan.
3. Bagian
ketiga
Rak piring yang catnya mulai luntur
dan berkarat, ember, alat lukis yang bertumpuk di sudut ruangan, tatanan dapur
yang sama berantakannya dengan ruang tengah pada saat lampu menyala ada seorang berkerudung selimut tidur dan
mendengkur dan mendengar suara rebut di dapur di pagi hari matahari belum
terlalu panas.
Cerita berawal dari sebuah keluarga di sebuah kompleks orang-orang
miskin dan orang-orang pensiunan. Di sana terdapat keluarga kecil Thomas
Pattiwael dan istrinya Marrie Pattiwael yang memiliki dua orang anak yaitu
Magda dan Benny. Mereka juga memiliki tetangga yang sering dipanggil Oma,
seorang tua yang cerewet dan senang bergosip.
Muncul permasalahan dalam naskah
ini ketika Tom pergi, karena Tom pergi ke rumah selingkuhan yang selalu
di panggil ‘gentong bir’. Di sana Marrie tersinggung oleh kata-kata Benny dan
pergi. Magda dan Benny berencana membuat kejutan untuk merayakan hari ulang
tahun perkawinan orangtua mereka yang ke-25, Benny membuat lukisan keluarga
sebagai hadiah. Mereka mengumpulkan uang untuk membeli sebotol minuman keras
dengan tujuan supaya Ayah mereka diam dirumah dan juga berencana membeli kue.
Perayaan ulang tahun perkawinan Tom
dan Marrie berjalan dengan khidmat, terdengar nyanyian selamat ulang tahun dan
dilanjutkan dengan nyanyian. Tiba-tiba Oma muncul dan bercerita tentang
Christine anaknya, kemudian pergi. Setelah perayaan, Magda dan Benny
meninggalkan Tom dan Marrie berdua saja. Mereka berharap orangtua mereka
kembali rukun seperti dulu. Setelah Magda dan Benny pergi, suasana kembali kaku
untuk beberapa saat. Tom membuka pembicaraan dengan memperlihatkan foto ia dan
Marrie ketika masih muda, Tom ingin melihat Marrie kembali mengurai rambutnya
yang panjang. Marrie menolak, dan akhirnya mengakui bahwa rambutnya telah
ia potong dan dijual untuk merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Pada
awalnya ia berniat menjual jam dinding antik hadiah ulang tahun perkawinan
mereka yang pertama, tetapi ia tidak tega karena jam itu satu-satunya kenangan
berharga dari Tom. Tom mengalihkan pembicaraan ia meminta Marrie untuk kembali
menjadi istrinya seperti dahulu, tetapi Marrie menolak. Tom tidak mau terus
menerus membohongi dirinya sendiri, ia membutuhkan Marrie bukan orang lain.
Sudah hampir 3 tahun Tom tidak pernah menyentuh Marrie, ia ingin malam itu
Marrie melayaninya. Tetapi Marrie tetap menolak, terjadi percekcokan yang hebat
antara Tom dan Marrie. Lalu Tom memutuskan untuk pergi kepelukan selingkuhannya
dengan keadaan mabuk yang berakhiran kedatangan seorang polisi kepada Marrie
yang mengabarkan bahwa suami nya mengalami kecelakaan bersama wanita ditemukan
tewas, setelah sadar ternyata kejadian itu hanya mimpi karena Marrie tertidur.
B. IDENTITAS NASKAH DRAMA
Nano
Riantiarno adalah seorang sastrawan terkenal yang aktif bergerak di bidang
drama, ia lahir di Corebon 6 Juni 1949. Salah satu karyanya berjudul “Jam
Dinding Yang Berdetak” sebuah keluarga dengan empat orang keluarga.
Judul drama :
Jam Dinding Yang Berdetak
Pencipta/karya
: Nano Riantiarno
Type kertas : Microsft Word
Tahun terbit : tahun – 70 an tepatnya 1973
Jenis
pementasan : Teater Drama
Terciptanya naskah
drama ini disesuaikan dengan fenomena krisis moneter yang terjadi sejak tahun
1923-2001 yang terjadi di Amerika Serikat yang berdampak luas yang mampu
mengguncang saham di dunia. Hal ini
disebabkan karena Amerika Serikat merupakan salah satu pusat perdagangan dunia.
Akibat krisis yang menimpa Negara tersebut menyebabkan terjadinya PHK masal
Thomas Pattiwael termasuk korbannya dalam naskah tersebut. Akibat PHK itu
perekonomian Negara menurun sehingga terjadi ketidakharmonisan keluarga. Naskah
ini telah berulang kali di pentaskan dengan budaya,agama,adat, dan bahasa yang
mengikut penempatannya.
C.
PENILAIAN
KARYA SASTRA
Membahas
tentang karya sastra yang saya pilih naskah drama Jam Dinding Yang Berdetak
karya Nano Riantiarno naskah ini layak di pertontonkan karena membuat kita merenungkan
yang telah terjadi di tahun – 70an ,
karena kondisi itu banyak masyarakat menjadi pengangguran dikarenakan PHK masal dan kita bisa melihat dalam drama ini dapat mewakili kondisi
masyarakat pada saat itu sehingga penonton mengetahui keadaannya dan semoga
Indonesia tidak terulang dalam keterpurukan. Cerita naskah tersebut sudah
sesuai dengan kondisi yang terjadi dengan tetanan kostum, ruang, dan kebiasaan
buruk masyarakat tersebut, tetapi diharapkan masyarakat tidak meniru hal negatif
pada cerita tersebut. Saya kurang setuju dengan ending, sebaiknya adegan saat
Marie bermimpi ditiadakan karena menimbulkan anggapan penonton bahwa cerita
tersebut adalah semua mimpi, jika adegan tersebut ditiadakan maka cerita yang
dihasilkan lebih mengena perasaa dan dianggap lebih nyata oleh penonton.
Assalamualaikum kak
BalasHapusApakah kk masih menyimpan naskahnya?, kalo boleh saya ingin membacanya kak sebagai referensi
Terimakasihh
Wassalamualaikum
Saya juga ingin mmbacanya
BalasHapus