Jumat, 04 Desember 2015

Analisis Film Ir.Soekarno

IR. SOEKARNO
NAMA : EVA ARIANA     
NPM : 13410069
UPGRIS

PENGANTAR

Ir . Soekarno adalah orang pertama yang menjabat menjadipresiden Indonesia.Tepat di tanggal 11 Desember 2013, beliau sebagai sutradara sekaligus penulis bersama Ben Sihombing, merilis film tokoh besar tersebut. Terlihat bahwa  film Soekarno memang karya Hanung Bramantyo, film yang tergolong baru masuk pada penghujung tahun 2013 ini, telah menduduki peringkat 4 sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak pada tahun ini. Film ini menceritakan kisah Ir. Soekarno sejak ia kecil hingga Indonesia meraih kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Film ini disertai dengan subtitle bahasa Inggris ketika terjadi percakapan Bahasa Indonesia, dan ditambah subtitle Bahasa Indonesia saat terdapat percakapan non Bahasa Indonesia (bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Jawa. Sumatra). Film ini memang diangkat  dari sejarah yang ada di Indonesia, tidak dilakukan penyimpangan alur cerita di dalamnya. Sehingga kita mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia.

PEMBAHASAN
Ario Bayu , aktor kelahiran Jakarta, 6 Februari 1985 ini memerankan tokoh Soekarno saat usia 20-an tahun saat menjalani pendidikan di Bandung.Soekarno kecil bernama Kusno yang sering sakit-sakitan sehingga ayah nya Raden Soekemi Sosrodihardjo melakukan tirakat dan tidur di bawah ranjang anaknya dengan harapan agar penyakit Kusno turun ke badan nya sehingga Kusno sembuh dari sakitnya. Dengan acara ruwatan itu maka ia diganti namanya menjadi Soekarno. Soekarno kecil pernah menjalin cinta dengan seorang gadis Belanda bernama Mien Hessel namun diusir oleh ayahnya karena diangap tidak sederajad. Disaat remaja ia mulai belajar pidato di dalam kamar nya, ia pun aktif di bidang politik Ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai bersama sejumlah rekan, termasuk Gatot Mangkoepradja. Ia kemudian ditangkap dengan tuduhan menghasut dan berhaluan komunis di Bandung. Di saat inilah ia kemudian menyusun pledooi (pembelaan)-nya yang terkenal: “Indonesia Menggugat”. Di sinilah ia kemudian jatuh hati pada salah satu muridnya, anak tokoh lokal Hassan Din. Namanya: Fatmawati. Perang Dunia II mencapai Asia dengan masuknya Jepang ke dalam kancah perang dengan membom pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii.mengibarkan bendera merah-putih dan menyanyikan Indonesia Raya di seluruh Jawa. Tapi, Soekarno sedih karena Jepang malah menggunakannya untuk mencari tenaga kerja paksa romusha. Walau begitu, Soekarno merasa bisa memanfaatkan situasi ini untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Ia ingin menikahi Fatmawati, tapi tidak mau menceraikan Inggit. Masalahnya, Inggit tidak mau dimadu. zAkhirnya, Inggit meminta diceraikan. Soekarno pun menikahi Fatmawati dan lahir Guntur Soekarnoputra. Tanpa diduga, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menyerah kalah. Mereka menculik Soekarno, Hatta dan Fatmawati ke Rengasdengklok pada 15 Agustus 1945. Sjahrir terkejut dan marah. Sesampai di Jakarta, Laksamana Tadashi Maeda melaksanakan janji samurainya. Ketika naskah itu selesai ditulis tangan, Sayuti Melik ditugaskan mengetiknya. Soekarno yang kelelahan demam. Beberapa malam sebelumnya, Fatmawati yang sedang mengandung menjahit sendiri dengan tangan bendera pusaka itu. Bendera nasional pertama yang dikibarkan di era Indonesia merdeka. Kemerdekaan Indonesia disambut, peran Soekarno terus berlanjut. Dan bangsa ini terus memantapkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Soekarno akan selamanya dikenang sebagai Bapak Bangsa yang telah membawa Indonesia mencapai kemerdekaannya.Hanung Bramantyo seorang produser film yang merilis film Soekarno di era modern ini, ia memililh Ario Bayu , aktor kelahiran Jakarta, 6 Februari 1985 ini memerankan tokoh Soekarno saat usia 20-an tahun saat menjalani pendidikan di Bandung dalam film ini porsi Soekarno yanng 90 % merupakan tokoh yang diperankan Bayu. Dia  pribadi tidak memikirkan keuntungan (film) tetapi ia mengerahkan kemampuannya sehingga film ini dapat ditonton sepanjang masa. Ide membuat film ini bukan hanya muncul dari satu pihak, tapi dari berbagai pihak. Tidak hanya ia, Rachmawati, Raam Punjabi, bahkan produser-produser dan sutradara-sutradara yang lain pun ingin memfilmkan kisah Soekarno karena kisah Soekarno selalu menarik untuk divisualisasikan. Bahkan sejak dia baru lahir hingga dia meninggal tetap menarik. Karena film inilah ia mendapatkan penghargaan dan karyanya terpilih sebagai Film Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2014 pada Malam Puncak Festival Film Bandung 2014 di Monumen Perjuangan Bandung padahal ia samasekali tidak meyangka mendapatkan penghargaan tersebut. Film Soekarno  sebelumnya sempat mendapat protes dari pihak keluarga Soekarno. Bahkan salah satu putri Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri. Karena menurutnya Perusahaan film yang dipimpin Raam Punjabi itu dinilai menyalahi aturan terkait film Soekarno.Hanung menuturkan sebagai sutradara ia siap mempertanggungjawabkan hasil karyanya itu. Apalagi, sebelum membuat film tersebut, ia sudah melakukan riset yang cukup terperinci, sehingga filmnya tidak melenceng dari sejarah. Hanung pun siap menggelar  kegiatan bedah film bila nanti ada yang meragukan  filmnya.

PENUTUP

            Sukarno seorang tokoh pemberontak pejuang kemerdekaan yang heroik, pemikir, seniman, penulis besar. Melebihi itu semua, Bung Karno merupakan tokoh dunia yang mengajak negeri-negeri jajahan di seluruh dunia untuk menjemput dan merebut kemerdekaannya. Di satu sisi film tentang Soekarno perlu diapresiasi dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap sejarah Indonesia.Namun  Peran  film tersebut tidak mengangkat sisi kerakyatan Sukarno. Padahal kedekatan Soekarno dengan rakyat khususnya rakyat kecil. Film tersebut lebih menonjolkan persoalan pribadi dan keluarga Soekarno dan mengesampingkan sisi perjuangan seorang Soekarno yang sebenarnya berguna bagi generasi muda.film ini patut diacungi jempol. Karena di masa Orde Baru, hampir mustahil film ini dibuat. Ini karena sosok Bung Karno yang memang kontroversial. Ia dipuja, tapi juga dibenci oleh sebagian kelompok masyarakat, terutama pendukung Orde Baru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar