Jumat, 04 Desember 2015

ANALISIS DRAMA “JAM DINDING YANG BERDETAK” Karya Nano Riantiarno

ANALISIS DRAMA “JAM DINDING YANG BERDETAK”
Karya  Nano Riantiarno
A.    RINGKASAN MATERI
Jam dinding yang berdetak merupakan suatu naskah teater karya Nano Riantiarno yang berkisah seputar kehidupan keluarga ekonomi lemah yang tingggal di lingkungan pemukiman miskin dan para pensiunan. Melibatkan enam pemain dalam dua adegan diantaranya Thomas Pattiwael seorang ayah berumur 45 tahun, dia adalah lelaki yang merasa tidak terpuaskan dari pelayanan isterinya sehingga ia harus keluar untuk mendapatkan kepuasan dengan wanita lain. Marrie Pattiwael berumur 43 tahun seorang isteri yang pemikirannya dipenuhi permasalahan materi. Benny anak laki-laki dari Thomas dan Marie seorang mahasiswa yang di DO dengan kegemarannya melukis. Magda anak perempuan nya yang bisa memahami keadaan dan pola pikir kedua belah pihak untuk malunakkan kadaan sisi ekstrem keluarganya. Oma sorang nenek tetangga mereka yang  dibenci oleh Benny karena cerewet dan kesukaanya menggosip. Polisi sebagai peran tambahan.
Latar dan setting diatur sedemikian rupa dengan 3 bagian ruang rumah yang bersambung.
1.      Ruang pertama
Melihat halaman depan terdapat pohon pisang dan jambu di muka rumah ada lentera tergantung di atas kursi goyang dekat jendela kayu.
2.      Ruang  tengah
Terdapat  sofa reot, dua kursi rotan, almari di sudut dekat pintu serta bergordin, jam dinding antic di antara sofa dan potret tua  serta keadaan kamar yang berantakan.
3.      Bagian ketiga
Rak piring yang catnya mulai luntur dan berkarat, ember, alat lukis yang bertumpuk di sudut ruangan, tatanan dapur yang sama berantakannya dengan ruang tengah pada saat lampu menyala  ada seorang berkerudung selimut tidur dan mendengkur dan mendengar suara rebut di dapur di pagi hari matahari belum terlalu panas.

Cerita berawal dari sebuah keluarga di sebuah kompleks orang-orang miskin dan orang-orang pensiunan. Di sana terdapat keluarga kecil Thomas Pattiwael dan istrinya Marrie Pattiwael yang memiliki dua orang anak yaitu Magda dan Benny. Mereka juga memiliki tetangga yang sering dipanggil Oma, seorang tua yang cerewet dan senang bergosip.
Muncul permasalahan dalam naskah ini  ketika Tom pergi, karena Tom pergi ke rumah selingkuhan yang selalu di panggil ‘gentong bir’. Di sana Marrie tersinggung oleh kata-kata Benny dan pergi. Magda dan Benny berencana membuat kejutan untuk merayakan hari ulang tahun perkawinan orangtua mereka yang ke-25, Benny membuat lukisan keluarga sebagai hadiah. Mereka mengumpulkan uang untuk membeli sebotol minuman keras dengan tujuan supaya Ayah mereka diam dirumah dan juga berencana membeli kue.
Perayaan ulang tahun perkawinan Tom dan Marrie berjalan dengan khidmat, terdengar nyanyian selamat ulang tahun dan dilanjutkan dengan nyanyian. Tiba-tiba Oma muncul dan bercerita tentang Christine anaknya, kemudian pergi. Setelah perayaan, Magda dan Benny meninggalkan Tom dan Marrie berdua saja. Mereka berharap orangtua mereka kembali rukun seperti dulu. Setelah Magda dan Benny pergi, suasana kembali kaku untuk beberapa saat. Tom membuka pembicaraan dengan memperlihatkan foto ia dan Marrie ketika masih muda, Tom ingin melihat Marrie kembali mengurai rambutnya yang panjang. Marrie menolak, dan akhirnya  mengakui bahwa rambutnya telah ia potong dan dijual untuk merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Pada awalnya ia berniat menjual jam dinding antik hadiah ulang tahun perkawinan mereka yang pertama, tetapi ia tidak tega karena jam itu satu-satunya kenangan berharga dari Tom. Tom mengalihkan pembicaraan ia meminta Marrie untuk kembali menjadi istrinya seperti dahulu, tetapi Marrie menolak. Tom tidak mau terus menerus membohongi dirinya sendiri, ia membutuhkan Marrie bukan orang lain. Sudah hampir 3 tahun Tom tidak pernah menyentuh Marrie, ia ingin malam itu Marrie melayaninya. Tetapi Marrie tetap menolak, terjadi percekcokan yang hebat antara Tom dan Marrie. Lalu Tom memutuskan untuk pergi kepelukan selingkuhannya dengan keadaan mabuk yang berakhiran kedatangan seorang polisi kepada Marrie yang mengabarkan bahwa suami nya mengalami kecelakaan bersama wanita ditemukan tewas, setelah sadar ternyata kejadian itu hanya mimpi karena Marrie tertidur.





B.     IDENTITAS NASKAH DRAMA
Nano Riantiarno adalah seorang sastrawan terkenal yang aktif bergerak di bidang drama, ia lahir di Corebon 6 Juni 1949. Salah satu karyanya berjudul “Jam Dinding Yang Berdetak” sebuah keluarga dengan empat orang keluarga.
Judul drama               : Jam Dinding Yang Berdetak
Pencipta/karya             : Nano Riantiarno
Type kertas                  : Microsft Word
Tahun terbit                 : tahun – 70 an tepatnya 1973
Jenis pementasan         : Teater Drama 
Terciptanya naskah drama ini disesuaikan dengan fenomena krisis moneter yang terjadi sejak tahun 1923-2001 yang terjadi di Amerika Serikat yang berdampak luas yang mampu mengguncang  saham di dunia. Hal ini disebabkan karena Amerika Serikat merupakan salah satu pusat perdagangan dunia. Akibat krisis yang menimpa Negara tersebut menyebabkan terjadinya PHK masal Thomas Pattiwael termasuk korbannya dalam naskah tersebut. Akibat PHK itu perekonomian Negara menurun sehingga terjadi ketidakharmonisan keluarga. Naskah ini telah berulang kali di pentaskan dengan budaya,agama,adat, dan bahasa yang mengikut penempatannya.

C.    PENILAIAN KARYA SASTRA

Membahas tentang karya sastra yang saya pilih naskah drama Jam Dinding Yang Berdetak karya Nano Riantiarno naskah ini layak di pertontonkan karena membuat kita merenungkan yang telah terjadi di  tahun – 70an , karena kondisi itu banyak masyarakat menjadi pengangguran dikarenakan PHK  masal dan kita bisa melihat   dalam drama ini dapat mewakili kondisi masyarakat pada saat itu sehingga penonton mengetahui keadaannya dan semoga Indonesia tidak terulang dalam keterpurukan. Cerita naskah tersebut sudah sesuai dengan kondisi yang terjadi dengan tetanan kostum, ruang, dan kebiasaan buruk masyarakat tersebut, tetapi diharapkan masyarakat tidak meniru hal negatif pada cerita tersebut. Saya kurang setuju dengan ending, sebaiknya adegan saat Marie bermimpi ditiadakan karena menimbulkan anggapan penonton bahwa cerita tersebut adalah semua mimpi, jika adegan tersebut ditiadakan maka cerita yang dihasilkan lebih mengena perasaa dan dianggap lebih nyata oleh penonton.

2 komentar:

  1. Assalamualaikum kak
    Apakah kk masih menyimpan naskahnya?, kalo boleh saya ingin membacanya kak sebagai referensi
    Terimakasihh
    Wassalamualaikum

    BalasHapus